GUBIDAO
GUBIDAO · Dari saham ke kripto
Alat · Kalkulator

Kalkulator PnL & balik modal

Transaksi ini untung berapa, rugi berapa, berapa persen; lalu jebakan yang pernah dirasakan semua orang main saham — setelah nyangkut, harus naik berapa baru balik modal. Isi harga masuk, harga sekarang, jumlah, kalau perlu isi leverage, tiga hal sekali hitung. Fokus pada angka terakhir "naik berapa untuk balik modal", biasanya jauh lebih besar dari dugaanmu.

Dihitung untuk arah long; leverage hanya memperbesar persentase dan modal terpakai, tidak mengubah nilai untung-rugi dalam USDT.

Untung-rugi transaksi ini
Isi harga masuk, harga sekarang, jumlah
Persentase untung-rugi (dengan leverage)
Perubahan harga masuk → keluar
Modal (harga masuk × jumlah ÷ leverage)
Nilai nosional posisi

Untung-rugi diestimasi untuk arah long pada spot / kontrak linear: (harga keluar − harga masuk) × jumlah, persentase dikali leverage. Di sini belum dipotong biaya trading dan funding rate kontrak, hasil settle sebenarnya akan sedikit lebih kecil; leverage hanya memengaruhi persentase dan modal yang terpakai, tidak mengubah nilai untung-rugi dalam USDT. "Balik modal perlu naik" maksudnya: setelah rugi, dihitung dari harga saat ini, perlu naik berapa persen untuk kembali ke harga masuk. Alat ini hanya ilustrasi edukasi, angka sebenarnya ikuti akun Binance, bukan saran beli-jual.

Hitung dulu untung-ruginya, baru putuskan mau coba dengan akun sungguhan

Di atas kertas tidak sakit, uang sungguhan baru membuat ingat. Kalau mau buka akun, daftar Binance pakai kode situs ini, biayanya hemat duluan — dan itu pun bagian nyata dari untung-rugimu.

BN88668 ⧉

Daftar pakai kode situs ini, diskon biaya trading 20%*. *Rasio sebenarnya ikuti yang tampil di halaman Binance, bisa berubah sesuai kebijakan. Situs ini dapat rabat dari kerja sama, tidak menambah biayamu.

Naik berapa untuk balik modal — angka yang melawan intuisi

Untung-rugi sendiri tidak sulit dihitung: harga jual kurang harga beli, dikali jumlah, itulah uang yang didapat atau hilang; dibagi modal lalu dikali leverage, itulah persentasenya. Orang yang main saham sudah hafal rumus ini. Yang benar-benar bikin jatuh justru kotak balik modal. Banyak orang refleks mengira "rugi 50%, naik 50% sudah balik modal" — salah. Setelah rugi 50%, modal tinggal separuh, separuh ini harus naik dua kali lipat, alias naik 100%, baru kembali ke titik awal. Makin dalam rugi, makin parah ketimpangan ini: rugi 20% perlu naik 25%, rugi 50% perlu naik 100%, rugi 80% perlu naik 400%. Rumusnya: rugi X%, balik modal perlu naik X / (1 − X).

Inilah sebabnya pemain saham lama berulang kali bilang "cut loss harus dini": bukan takut rugi transaksi itu, tapi takut rugi sampai tingkat di mana balik modal jadi tak masuk akal, lalu terjebak satu saham atau satu koin selamanya, tak bisa bergerak. Kripto lebih fluktuatif dari saham, tanpa batas naik-turun harian, rugi mendalam lebih cepat, dan pelajaran ini datang lebih keras. Isi posisi aslimu dan lihat sekali; kalau angka "balik modal perlu naik" sudah besar di luar nalar, biasanya itu tanda transaksi ini sudah seharusnya ditangani sejak lama, bukan terus ditunggu. Padukan dengan kalkulator posisi agar ukuran posisi tetap kecil, dan kalkulator harga likuidasi untuk melihat garis likuidasi paksa — itu dua pasangan paling nyata di bagian ini.

Diuji redaksi

Kami sengaja isi satu set angka rugi: masuk 60000, harga turun ke 42000, rugi 30%. Alat memberi balik modal perlu naik sekitar 43% — lebih tinggi setingkat dari yang banyak dikira "cukup naik balik 30%". Turunkan harga sekarang ke 30000 (rugi separuh), balik modal perlu naik tepat dua kali lipat. Ketimpangan yang melawan intuisi inilah alasan mengendalikan besar kerugian lebih penting daripada mengejar return tinggi. Untuk sisi mental, padukan dengan bagian menggenggam jangka panjang di DCA Bitcoin.